Papua – Ribuan atlet domino dari berbagai penjuru Indonesia memadati GOR Waringin, Kota Jayapura, untuk mengikuti Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Papua Cup 2026, Sabtu (07/02/2026). Kegiatan ini mengusung tema inspiratif: “Domino Merekatkan Persaudaraan Menuju Papua Cerah yang Harmonis.”
Kegiatan ini dihadiri oleh Karo Log Polda Papua Kombes Pol Dafcoriza, S.I.K., M.Sc., didampingi Irwasda Polda Papua Kombes Pol Herzoni Saragih, S.I.K., M.H., serta Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., M.H.
Selain itu, hadir pula Ketua Umum PB PORDI (Persatuan Olahraga Domino Indonesia) Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si., Kadispora Provinsi Papua Laurens Wantik, S.Pd., M.Pd., serta perwakilan dari TNI AL, Lanud Silas Papare, dan BINDA Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Cintiya Rulian Talanta melaporkan bahwa turnamen berskala nasional ini mencatat sejarah baru di Tanah Papua. Sebanyak 1.216 atlet berpartisipasi, yang terbagi dalam kategori reguler dan eksekutif, dengan total hadiah mencapai Rp335.000.000,-.
“Domino yang dahulu dikenal sebagai permainan rakyat di pos ronda, kini telah bertransformasi di bawah naungan PORDI menjadi cabang olahraga prestasi yang terukur dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Cintiya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengprov PORDI Papua, H. Supriyadi, menegaskan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Papua seperti Nabire, Merauke, dan Biak, tetapi juga datang jauh dari Gorontalo, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Gubernur Papua dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kadispora Provinsi Papua, Dr. Laurence Wantik, sekaligus membuka secara resmi perlombaan ini. Pembukaan ditandai dengan tradisi lokal “Colo Sagu” dan prosesi “Banting Gaplek” sebagai simbol dimulainya pertandingan.
Polda Papua menyambut positif terselenggaranya ajang ini. Kehadiran personel Polri dalam peliputan dan pengamanan memastikan bahwa kegiatan berjalan aman dan tertib. Olahraga domino dinilai menjadi ruang relaksasi sekaligus jembatan komunikasi antar paguyuban dan komunitas di Papua guna memperkuat kebersamaan.
Dengan adanya turnamen ini, diharapkan lahir atlet-atlet domino berbakat dari Papua yang siap bersaing di kancah nasional, sekaligus membuktikan bahwa Papua adalah rumah yang aman dan harmonis bagi penyelenggaraan ajang olahraga nasional.(rd)




























