Aktivis 98 Nelvis Manobi Imbau Warga Papua Tidak Terprovokasi Pasca Putusan MK

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – 18 September 2025, Aktivis Angkatan 98 asal Papua, Nelvis Manobi, mengajak masyarakat di Kabupaten Jayapura dan Papua pada umumnya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi pasca pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada Papua.

Dalam pernyataannya, Nelvis menegaskan bahwa proses persidangan di MK sudah berjalan sesuai aturan perundang-undangan, termasuk saat pemeriksaan berkas, bantahan, dan pembuktian. Putusan yang dibacakan pada 17 September 2025 disebutnya telah sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

Baca Juga :  Wagub Papua Pegunungan Ajak Warga Hentikan Perang Suku dan Jaga Kedamaian

“Rakyat Papua sangat bijaksana dalam menentukan sikap. Karena itu, saya mengimbau agar tidak terpengaruh narasi menyesatkan dari kelompok-kelompok ilegal yang muncul tiba-tiba dengan tujuan mengacaukan keamanan dan ketertiban di tanah Papua,” ujarnya.

Nelvis juga menyinggung ketentuan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua Nomor 2 Tahun 2021, khususnya Pasal 1 Ayat 22, yang mendefinisikan orang asli Papua. Ia menegaskan bahwa Gubernur Papua terpilih, Mathius Derek Fakhiri, merupakan putra asli Papua, sehingga tidak tepat jika ada pihak yang menggiring opini sebaliknya.

Baca Juga :  Sinergitas Bhabinkamtibmas Dan Babinsa Polres Keerom Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Siskamling

Menurutnya, kelompok-kelompok yang melakukan provokasi politik sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kerusuhan bahkan korban jiwa. Karena itu, ia meminta kedua kubu pendukung pasangan calon, baik nomor urut 1 Benhur Tomi Mano–Costan Karma maupun nomor urut 2 Mathius Fakhiri–Aryoko Rumaropen, untuk menahan diri.

“Demokrasi bukan tentang memilih yang sama, melainkan tentang menghormati perbedaan pilihan. Mari kita bergandengan tangan menjaga keamanan Papua, sembari menunggu proses transisi kepemimpinan berjalan sesuai ketentuan,” tutupnya.(rd)

Berita Terkait

Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Ustadz Ismail Asso dan Massa Papua Pegunungan tengah Geruduk Kejagung, Desak Gubernur John Tabo serta ketua MRP Agus Nikilik Diperiksa
Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri
Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan
Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun
Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN

Kamis, 24 September 2026 - 11:38 WIB

Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun

Rabu, 23 September 2026 - 23:23 WIB

Ustadz Ismail Asso dan Massa Papua Pegunungan tengah Geruduk Kejagung, Desak Gubernur John Tabo serta ketua MRP Agus Nikilik Diperiksa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan

Berita Terbaru