Yones Wenda Ingatkan Sinode GKI: Jangan Ciptakan Konflik Lewat Pernyataan Politik

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Pendeta Dr. Yones Wenda menegaskan agar Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua tidak terjebak dalam urusan politik praktis, melainkan tetap fokus pada tanggung jawab rohani untuk membimbing umat.

Dalam pernyataannya, Sabtu (20/9), Yones menanggapi sikap Sinode GKI yang sebelumnya menyatakan penyesalan karena bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mempertanyakan maksud dari pernyataan tersebut dan menilai hal itu dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Dialog Polisi Menyapa di RRI Jayapura, Polda Papua Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru

“Sinode punya tanggung jawab itu bukan urus politik dunia, tetapi membawa umat kepada Tuhan. Itu tugas kita. Jangan kita jadi aktor untuk menciptakan konflik di Papua,” ujar Yones.

Ia menekankan, tugas gereja adalah mendoakan semua calon gubernur Papua agar Tuhan menetapkan pemimpin terbaik bagi masyarakat. “Siapa pun yang dipilih Tuhan, itu lah gubernur kita untuk memimpin ke depan,” tambahnya.

Yones juga mengingatkan agar umat tidak dikorbankan dengan pernyataan yang dapat menyesatkan. Menurutnya, penyesalan Sinode GKI bisa saja terkait dengan kepentingan tertentu dalam politik Papua. “Kalau menurut saya, mungkin di balik itu ada kepentingan masalah gubernur. Itu pertanyaan bagi saya,” ucapnya.

Baca Juga :  Ciptakan Keamanan Tetap Kondusif, Sat Binmas Polres Sarmi Ajak Warga Aktifkan Kembali Regu Siskamling

Ia menutup pernyataan dengan ajakan agar para hamba Tuhan tetap sadar akan tanggung jawab rohani. “Mari kita doakan, jangan korbankan umat. Tuhan Yesus memberkati kita semua,” pungkasnya.(rd)

Berita Terkait

Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Ustadz Ismail Asso dan Massa Papua Pegunungan tengah Geruduk Kejagung, Desak Gubernur John Tabo serta ketua MRP Agus Nikilik Diperiksa
Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri
Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan
Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun
Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN

Kamis, 24 September 2026 - 11:38 WIB

Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun

Rabu, 23 September 2026 - 23:23 WIB

Ustadz Ismail Asso dan Massa Papua Pegunungan tengah Geruduk Kejagung, Desak Gubernur John Tabo serta ketua MRP Agus Nikilik Diperiksa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan

Berita Terbaru