Tokoh Agama Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi Jelang 1 Mei

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Tokoh agama Papua, Pendeta Yohanes Wenda, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menghindari segala bentuk provokasi dan tindakan anarkis, khususnya menjelang peringatan 1 Mei.

 

Dalam pesannya, Yohanes Wenda menekankan pentingnya membangun Papua melalui hal-hal positif dan produktif. Ia mengimbau masyarakat agar mengisi hari dengan prestasi, bukan dengan tindakan yang dapat memicu konflik.

 

“ Mari kita jaga persatuan, bangun Papua, dan isi hari dengan prestasi, bukan provokasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Papua Tengah: Abelom Kogoya Imbau Warga Puncak Jaga Kedamaian dan Dukung Pembangunan

 

Seruan tersebut juga menegaskan bahwa Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus tetap dijaga bersama.

 

Masyarakat diharapkan dapat menyampaikan aspirasi secara bijak melalui jalur yang tepat, seperti pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, serta melalui musyawarah bersama. Pendekatan damai dinilai sebagai langkah yang lebih konstruktif dibandingkan aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah, tanpa terganggu oleh isu-isu yang dapat memecah belah.

Baca Juga :  Dukung Penginjilan ke Lembah Baliem, Kapolda Papua Salurkan Bantuan Alkitab kepada Klasis GKI Port Numbay

 

Pendeta Yohanes Wenda juga mengingatkan bahwa keterlibatan dalam aksi anarkis hanya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua.

 

Dengan semangat kebersamaan, pesan damai tersebut ditutup dengan ajakan kuat: Papua cinta damai, dan kedamaian itu harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.(RD)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terbaru