Papua – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Papua melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pasar tradisional di Kota Jayapura, Selasa (10/02/2026).
Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Dir Reskrimsus Polda Papua selaku Kasatgas Saber Pangan, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., didampingi perwakilan dari Perum Bulog Wilayah Papua, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas PTSP, serta Biro Perekonomian Provinsi Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim mengawali pemantauan di Gudang Tiga Mas Perkasa. Di lokasi tersebut, stok Beras Premium merek Serasih tercatat aman di angka 35 ton dengan harga Rp15.800/kg. Namun, tim memberikan catatan pada stok Minyakita sebanyak 22.323 liter yang ditemukan masih dibanderol dengan harga di atas ketentuan.
Sidak kemudian dilanjutkan ke Pasar Hamadi, tepatnya di Kios Hijrah dan Kios Cahaya Riski. Di pasar ritel ini, harga beras premium terpantau di angka Rp18.000/kg, beras medium Rp15.000/kg, dan telur ayam lokal Rp34.000/kg.
Kombes Pol. Rama Samtama Putra mengungkapkan bahwa fokus utama sidak kali ini adalah memastikan distribusi 14 komoditas pangan strategis berjalan lancar. Meski stok secara umum aman, ia menyayangkan masih adanya pengecer yang menjual minyak goreng subsidi (Minyakita) melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami menemukan temuan di lapangan bahwa masih ada pengecer yang menjual Minyakita di kisaran Rp16.000 dengan alasan pembulatan harga. Padahal, HET yang ditetapkan pemerintah adalah Rp15.700,” tegas Kombes Rama.
Atas temuan tersebut, Satgas Saber Pangan langsung mengambil tindakan persuasif namun tegas.
“Kami sudah memberikan teguran dan peringatan kepada pedagang yang melanggar. Kami juga melakukan sosialisasi dengan memasang banner informasi HET di titik-titik penjualan agar masyarakat paham bahwa ini adalah barang subsidi yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa adanya penyalahgunaan harga,” tambahnya.
Polda Papua melalui Satgas Saber Pangan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara berkala hingga hari raya mendatang. Langkah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan tidak ada penimbunan atau spekulasi harga yang merugikan konsumen.
“Secara keseluruhan, ketersediaan stok beras, minyak goreng, dan bahan pangan pokok lainnya di Papua terpantau dalam kondisi aman dan terkendali. Kami mengimbau para pelaku usaha untuk tetap mengikuti aturan harga acuan yang berlaku,” tutup Kombes Pol. Rama.(rd)




























