Ketua LPRI Papua Apresiasi Polri Ungkap Kasus Begal di Jayapura

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Aksi begal yang sempat merenggut nyawa warga di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Tiga pelaku ditangkap, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran. Langkah cepat Polda Papua bersama Polres Jayapura ini langsung mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.

Ketua Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Papua, Elisa Bouway, menyebut keberhasilan aparat menunjukkan komitmen nyata Polri dalam melindungi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja cepat Polda Papua dan Polres Jayapura. Ini bukti aparat hadir melindungi rakyat dan menjaga rasa aman,” kata Elisa kepada wartawan di Sentani, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga :  Aksi Damai Mahasiswa di Jayapura, Polisi Kawal Humanis dan Kondusif

Elisa menegaskan, kasus ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan ujian bagi kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Ia berharap proses hukum terhadap para pelaku berjalan transparan dan memberikan efek jera.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi yang merampas nyawa dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, Elisa juga menyoroti faktor penyebab meningkatnya tindak kriminal di kalangan anak muda. Menurutnya, lemahnya pembinaan moral dan minimnya ruang kegiatan positif bisa menjadi pemicu.
“Pemerintah daerah perlu hadir menciptakan ruang aktivitas yang sehat bagi generasi muda. Kalau energi mereka tersalurkan ke hal-hal positif, mereka tidak akan mudah terjerumus ke tindakan kriminal,” ujarnya.

Baca Juga :  Tokoh Adat Suku Moy Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Tanah Papua

Sebagai lembaga pengawasan publik, LPRI Papua berkomitmen mendukung kepolisian dalam menjaga ketertiban. Elisa juga mengajak warga untuk aktif melapor bila menemukan potensi gangguan keamanan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kalau masyarakat berani bersuara, polisi akan lebih cepat bertindak,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Elisa menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga kedamaian bersama.
“Papua harus damai. Kalau kita bisa saling menjaga dan menghormati, tidak ada ruang bagi kejahatan untuk tumbuh,” pungkasnya.(rd)

Berita Terkait

Satgas Pangan Polda Papua Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ditreskrimsus Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
Menang Praperadilan Kasus Tambang Emas Andi Muh. Irhong Naeing dan WNA, Ditreskrimsus Polda Papua Tegaskan Profesionalisme Penyidikan
Dialog Interaktif “Polisi Menyapa”, Polda Papua Tekankan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Isu Kesehatan Publik
Dorong Percepatan Pembangunan Desa, Kasdam Merdeka Turun Langsung Tinjau Progres Koperasi Merah Putih di Kauditan II
Seleksi SIPSS 2026, Polda Papua Laksanakan Uji Kesamaptaan Jasmani
Doa dan Penghormatan Terakhir Iringi Pemakaman Ayahanda Kapolda Papua Tengah
Uskup Timika Soroti Luka Sosial dan Tantangan Pendidikan di Tanah Papua
Momen Pelantikan Pengurus Cabang, Sinergi Kodim 1310/Bitung dan FKPPI Bangun Komunikasi Yang Baik Dengan Elemen Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:07 WIB

Satgas Pangan Polda Papua Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ditreskrimsus Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:51 WIB

Menang Praperadilan Kasus Tambang Emas Andi Muh. Irhong Naeing dan WNA, Ditreskrimsus Polda Papua Tegaskan Profesionalisme Penyidikan

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:21 WIB

Dialog Interaktif “Polisi Menyapa”, Polda Papua Tekankan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Isu Kesehatan Publik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:37 WIB

Dorong Percepatan Pembangunan Desa, Kasdam Merdeka Turun Langsung Tinjau Progres Koperasi Merah Putih di Kauditan II

Senin, 2 Februari 2026 - 10:12 WIB

Seleksi SIPSS 2026, Polda Papua Laksanakan Uji Kesamaptaan Jasmani

Berita Terbaru