Bahlil Tegaskan Penambahan Kuota BBM Subsidi Demi Kebutuhan Papua

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas memerintahkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, baik solar maupun Pertalite, guna menjamin ketersediaan energi di wilayah Papua.

Perintah tersebut disampaikan Bahlil saat Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis. Dalam forum itu, Bahlil menekankan agar tidak lagi terjadi kekurangan pasokan BBM subsidi di Papua.

“Saya minta sejak keluar dari sini, satu minggu ke depan, kuota BBM PSO ditambah dan tidak boleh ada kekurangan cadangan di Papua,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BBM PSO merupakan bahan bakar yang penyediaan dan distribusinya menjadi penugasan pemerintah kepada Pertamina dengan harga yang telah ditetapkan demi kepentingan publik, yakni Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter dan biosolar Rp6.800 per liter.

Baca Juga :  Dianugerahi Golden Leader Award JMSI, Gubernur Fakhiri : Pers Harus Berani Menjaga Kebenaran!

Selain Papua, Bahlil juga menginstruksikan BPH Migas untuk memberikan tambahan kuota BBM bersubsidi bagi Provinsi Aceh. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara maksimal di wilayah-wilayah tersebut.

“Papua dan Aceh adalah wilayah yang sangat mencintai NKRI. Sebagai aparat negara, kita harus mampu memberikan yang terbaik,” ujar Bahlil.

Pernyataan Menteri ESDM itu merespons keluhan yang disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, terkait antrean panjang pembelian BBM bersubsidi yang masih terjadi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Ia menjelaskan bahwa pada November 2025, BPH Migas sempat mengabulkan penambahan kuota BBM subsidi dari 10 kiloliter menjadi 15 kiloliter, namun kebijakan tersebut hanya berlaku selama dua pekan.

Baca Juga :  Gubernur Papua: Pembangunan 14 Ribu Rumah Rakyat Dilaksanakan Bertahap

Menurut Cheroline, dampak penambahan kuota tersebut memang sempat memutus antrean panjang, tetapi hanya bersifat sementara.

“Antrean yang sudah terjadi bertahun-tahun itu hanya teratasi dua minggu, setelah itu antrean kembali terjadi sampai hari ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar penambahan kuota BBM bersubsidi di Manokwari dapat ditetapkan secara permanen, sekaligus menambah jumlah SPBU penyalur BBM PSO.

“Di Manokwari saat ini hanya ada dua SPBU PSO. Kami minta ditambah menjadi tiga SPBU, serta kuota BBM dinaikkan dari 10 kiloliter menjadi 15 kiloliter per hari,” tutup Cheroline.(rd)

Berita Terkait

Jelang Ramadhan, Wabup Pastikan Situasi Kamtibmas Nabire Tetap Kondusif
Dianugerahi Golden Leader Award JMSI, Gubernur Fakhiri : Pers Harus Berani Menjaga Kebenaran!
Kajati Papua Dorong Kolaborasi Hukum Bersama Pemprov Papua Tengah‎
Di Hadapan Mahasiswa, Wapres Gibran Paparkan Fokus Pembangunan Papua
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Pentingnya Penguatan Komitmen Polda Jaga Keamanan Daerah
Tinjau Pengungsian Banjir di Rawa Buaya, Gubernur Pramono Serahkan Bantuan dan Tambah Pompa Air
Fakhiri: Papua Bukan Ujung Negeri, tapi Gerbang Pasifik
Gubernur Papua Temui Menteri HAM, Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat–Daerah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:10 WIB

Jelang Ramadhan, Wabup Pastikan Situasi Kamtibmas Nabire Tetap Kondusif

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:29 WIB

Dianugerahi Golden Leader Award JMSI, Gubernur Fakhiri : Pers Harus Berani Menjaga Kebenaran!

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kajati Papua Dorong Kolaborasi Hukum Bersama Pemprov Papua Tengah‎

Senin, 26 Januari 2026 - 20:50 WIB

Di Hadapan Mahasiswa, Wapres Gibran Paparkan Fokus Pembangunan Papua

Senin, 26 Januari 2026 - 20:49 WIB

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Pentingnya Penguatan Komitmen Polda Jaga Keamanan Daerah

Berita Terbaru