Empat Kios Pengendali Inflasi di Oksibil Jual Bahan Pokok, Harga Naik karena Biaya Transportasi Udara

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua — Sebanyak empat kios atau outlet pangan yang berfungsi sebagai pengendali inflasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di wilayah Distrik Oksibil. Kios-kios tersebut berlokasi di Jalan Okmakot, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Keberadaan kios pengendali inflasi ini bertujuan membantu menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus memantau stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. Namun, berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi menggunakan transportasi udara.

Beberapa komoditas yang dijual di kios tersebut antara lain beras premium dengan harga Rp40.000 per kilogram. Kenaikan harga beras dipengaruhi oleh biaya pengangkutan yang cukup tinggi karena distribusi dilakukan melalui jalur udara.

Baca Juga :  Jaga Kekhusyukan Ibadah, Satlantas Polres Sarmi Kawal Arus Lalu Lintas di Sekitar Masjid

Selain itu, minyak goreng merek Minyakita dijual dengan harga Rp45.000 per liter. Harga gula pasir kiloan juga tercatat sebesar Rp45.000 per kilogram. Komoditas daging juga mengalami kenaikan harga, di antaranya daging ayam potong dijual Rp60.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp190.000 per kilogram.

Untuk komoditas telur ayam lokal, harga yang dipatok sebesar Rp120.000 per rak. Sementara itu, harga bawang merah dijual Rp110.000 per kilogram dan bawang putih Rp100.000 per kilogram.

Baca Juga :  Polres Mappi Polda Papua Laksanakan Pengamanan Sholat Tawarih di Bulan Suci Ramadhan

Adapun harga cabai rawit tercatat Rp100.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting mencapai Rp130.000 per kilogram. Seluruh komoditas tersebut mengalami kenaikan harga yang sama-sama dipengaruhi oleh tingginya biaya angkut melalui transportasi udara menuju wilayah Pegunungan Bintang.

Kios atau outlet pengendali inflasi tersebut berada di bawah tanggung jawab Kamaruddin dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 198302202009091001. Kehadiran kios tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan bahan pokok sekaligus menjadi sarana pemantauan harga pangan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.(rd)

Berita Terkait

Polres Mappi Bongkar Produksi Miras Ilegal Saat Patroli KRYD di Sobaa dan Dagimon 
Sat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota Edukasi Pelajar SMK Negeri 3 tentang Bahaya Narkoba dan Miras 
Patroli Malam Polres Tolikara Hadirkan Rasa Aman, Kota Karubaga Tetap Kondusif 
Pastikan Keamanan Tetap Terjaga, Kapolres Mamberamo Tengah Cek Pos Pengamanan di Kobakma 
Optimalkan Tata Kelola Organisasi, Itwasda Polda Papua Laksanakan Audit Kinerja di Polres Asmat
Satlantas Polres Jayapura Tanamkan Disiplin Berlalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polsanak di Sentani
Tanamkan Kedisiplinan Dalam Berkendara, Sat Lantas Polresta Laksanakan Giat Hunting
Sat Polairud Polres Waropen Berikan Pengamanan dan Bantuan Penumpang KM Dorolonda di Perairan Pidemani
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 10:38 WIB

Polres Mappi Bongkar Produksi Miras Ilegal Saat Patroli KRYD di Sobaa dan Dagimon 

Kamis, 30 April 2026 - 10:37 WIB

Sat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota Edukasi Pelajar SMK Negeri 3 tentang Bahaya Narkoba dan Miras 

Senin, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Patroli Malam Polres Tolikara Hadirkan Rasa Aman, Kota Karubaga Tetap Kondusif 

Senin, 27 April 2026 - 09:36 WIB

Pastikan Keamanan Tetap Terjaga, Kapolres Mamberamo Tengah Cek Pos Pengamanan di Kobakma 

Sabtu, 25 April 2026 - 07:48 WIB

Optimalkan Tata Kelola Organisasi, Itwasda Polda Papua Laksanakan Audit Kinerja di Polres Asmat

Berita Terbaru

Daerah

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:39 WIB