Tokoh Gereja di Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Luruskan Pernyataan Terkait Yahukimo

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Seruan menjaga kedamaian kembali disampaikan tokoh agama di Tanah Papua di tengah dinamika keamanan yang berkembang.

Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua, Pdt. Dr. Yones Wonda, menyampaikan klarifikasi atas pernyataannya terkait situasi di Kabupaten Yahukimo yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Melalui klarifikasi tersebut, Pdt. Yones mengajak masyarakat untuk lebih arif dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik, khususnya di platform digital. Ia menilai perbedaan penafsiran terhadap sebuah pernyataan tidak seharusnya berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang berpotensi memicu perpecahan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya berharap setiap pendapat dan imbauan yang disampaikan dapat dipahami secara utuh dan tidak dipelintir. Apa yang saya sampaikan semata-mata demi kebaikan, kedamaian, dan masa depan Tanah Papua yang lebih aman dan bermartabat,” katanya, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga :  Festival Colo Sagu 2025 Diapresiasi Wali Kota: Simbol Persatuan dan Warisan Budaya Papua

Menurut Yones, klarifikasi tersebut perlu disampaikan untuk meluruskan berbagai tafsir yang dinilainya tidak sejalan dengan maksud awal pernyataan yang ia sampaikan. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk membenarkan tindakan kekerasan maupun menyudutkan pihak tertentu.

“Apa yang saya maksudkan adalah tindakan kekerasan yang menyasar masyarakat sipil seperti mantri, guru, tukang bangunan, hingga pendulang. Mereka adalah warga sipil yang tidak bersenjata dan tindakan tersebut tidak bisa disebut sebagai perjuangan,” ujarnya.

Baca Juga :  program si-ipar operasi rasaka cartenz 2025 polres pegunungan bintang hadir mengajar wawasan kebangsaan kepada anak-anak di kota oksibil kab. pegunungan bintang

Ia menambahkan bahwa kekerasan terhadap warga sipil hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat luas di Tanah Papua dan tidak memberikan manfaat bagi kehidupan sosial di tingkat akar rumput.

Lebih lanjut, Yones menekankan bahwa perbedaan pandangan seharusnya disampaikan melalui cara-cara yang tidak menimbulkan korban di kalangan masyarakat. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri serta mengedepankan nilai kemanusiaan dan kedamaian dalam setiap langkah yang diambil.

Melalui klarifikasi ini, Yones kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat keharmonisan sosial, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua.(rd)

Berita Terkait

Eks Panglima TPN OPM Serukan Perdamaian di Kabupaten Keerom
Pengamanan Ketat Posko Induk, Polisi Cek Langsung Stok Pangan dan Sembako Korban Kebakaran
Bhabinkamtibmas Kelurahan Mararena Gencar Sambang Warga, Perkuat Kamtibmas Kondusif
Januaris Iba Ajak Pejabat di Papua Jalankan Amanah Berlandaskan Nilai Agama
Kapolsek Kelila Pimpin Patroli Jalan Kaki, Perkuat Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat
Serap Aspirasi Warga, KBO Binmas Polres Sarmi Sambangi Petani Nanas Mararena
Aksi Nyata Melisa Tabo Hadirkan Harapan bagi Warga Terdampak Kebakaran
FKUB Papua Dukung Polri Tetap Berada di Bawah Presiden RI
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:17 WIB

Eks Panglima TPN OPM Serukan Perdamaian di Kabupaten Keerom

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:57 WIB

Pengamanan Ketat Posko Induk, Polisi Cek Langsung Stok Pangan dan Sembako Korban Kebakaran

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:56 WIB

Bhabinkamtibmas Kelurahan Mararena Gencar Sambang Warga, Perkuat Kamtibmas Kondusif

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:55 WIB

Januaris Iba Ajak Pejabat di Papua Jalankan Amanah Berlandaskan Nilai Agama

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:54 WIB

Tokoh Gereja di Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Luruskan Pernyataan Terkait Yahukimo

Berita Terbaru