Papua – Seruan menjaga kedamaian kembali disampaikan tokoh agama di Tanah Papua di tengah dinamika keamanan yang berkembang.
Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua, Pdt. Dr. Yones Wonda, menyampaikan klarifikasi atas pernyataannya terkait situasi di Kabupaten Yahukimo yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Melalui klarifikasi tersebut, Pdt. Yones mengajak masyarakat untuk lebih arif dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik, khususnya di platform digital. Ia menilai perbedaan penafsiran terhadap sebuah pernyataan tidak seharusnya berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang berpotensi memicu perpecahan sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya berharap setiap pendapat dan imbauan yang disampaikan dapat dipahami secara utuh dan tidak dipelintir. Apa yang saya sampaikan semata-mata demi kebaikan, kedamaian, dan masa depan Tanah Papua yang lebih aman dan bermartabat,” katanya, Selasa (3/2/2026).
Menurut Yones, klarifikasi tersebut perlu disampaikan untuk meluruskan berbagai tafsir yang dinilainya tidak sejalan dengan maksud awal pernyataan yang ia sampaikan. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk membenarkan tindakan kekerasan maupun menyudutkan pihak tertentu.
“Apa yang saya maksudkan adalah tindakan kekerasan yang menyasar masyarakat sipil seperti mantri, guru, tukang bangunan, hingga pendulang. Mereka adalah warga sipil yang tidak bersenjata dan tindakan tersebut tidak bisa disebut sebagai perjuangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekerasan terhadap warga sipil hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat luas di Tanah Papua dan tidak memberikan manfaat bagi kehidupan sosial di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, Yones menekankan bahwa perbedaan pandangan seharusnya disampaikan melalui cara-cara yang tidak menimbulkan korban di kalangan masyarakat. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri serta mengedepankan nilai kemanusiaan dan kedamaian dalam setiap langkah yang diambil.
Melalui klarifikasi ini, Yones kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat keharmonisan sosial, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua.(rd)




























