Tokoh Agama Papua: KKB Bukan Pejuang, Tetapi Pembunuh Warga Sipil

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Tokoh agama Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, S.Th., M.Th., mengecam keras tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dinilainya melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dengan menyasar warga sipil. Ia menegaskan agar kekerasan terhadap masyarakat yang sedang mencari nafkah, segera dihentikan. (Selasa, 20/1/2026).

Pdt. Yones Wenda yang juga Sekretaris Sinode Gereja Kemah Injil Masehi (Kingmi) Indonesia di Tanah Papua menyampaikan imbauan tegas agar KKB tidak lagi melakukan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata. Menurutnya, masyarakat sipil bukan pihak yang berkonflik dan tidak boleh dijadikan sasaran kekerasan.

“Stop. Jangan bunuh-bunuh masyarakat sipil. Mereka tidak punya senjata, mereka hanya cari makan,” kata Pdt. Yones dalam pernyataannya. Ia menilai tindakan KKB yang menyasar warga sipil sebagai perbuatan tidak bermoral dan mencederai nilai kemanusiaan.

Lebih lanjut, Pdt. Yones menyatakan bahwa jika ada kelompok yang mengklaim berjuang atas nama kepentingan politik, maka perjuangan tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menyasar warga tak bersalah. Ia menilai kekerasan terhadap masyarakat sipil justru menimbulkan penderitaan berantai dan memperburuk situasi keamanan.

Ia juga menyoroti dampak sosial dari aksi-aksi kekerasan KKB yang, menurutnya, membuat masyarakat ikut merasakan dampaknya melalui penyiksaan dan ketakutan. “Akibat perbuatan seperti itu, masyarakat luas yang menanggungnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Subsatgas Si-Ipar Operasi Rasaka Cartenz 2025 Gelar “Kelas Cerita” untuk Tingkatkan Literasi Anak di Yalimo

Dalam pernyataan tersebut, Pdt. Yones meminta aparat keamanan TNI–Polri bertindak tegas sesuai hukum terhadap pihak-pihak yang membuat kekacauan dan mengganggu keamanan masyarakat. Ia menegaskan bahwa para tokoh agama tidak menyetujui tindakan kekerasan yang menyebabkan banyak korban sipil.

“Ini bukan perjuangan yang benar. Tindakan seperti itu mengganggu keamanan negara dan menyengsarakan masyarakat,” tegasnya.

Pdt. Yones menutup pernyataannya dengan menyerukan penghentian total kekerasan terhadap warga sipil serta penegakan hukum terhadap pelaku. Ia menegaskan kembali bahwa KKB merupakan pelaku pelanggaran HAM, khususnya atas jatuhnya korban masyarakat sipil di Papua.(rd)

Berita Terkait

Merajut Damai dari Hati, Pendekatan Humanis Anggota Polri Bangkitkan Semangat Pemuda Papua
Tokoh Pemuda Papua Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Efektif Jaga Stabilitas
Klinik Pratama Polres Merauke Raih Tiga Penghargaan dari BPJS Kesehatan
Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi
Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire
Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil
Aktivis HAM Theo Hesegem Sesalkan Kondisi Keamanan di Yahukimo dan Wilayah Konflik Papua
Tokoh Masyarakat Ajak Warga Kabupaten Puncak Jaga Fasilitas Umum
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:19 WIB

Merajut Damai dari Hati, Pendekatan Humanis Anggota Polri Bangkitkan Semangat Pemuda Papua

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:57 WIB

Tokoh Pemuda Papua Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Efektif Jaga Stabilitas

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Klinik Pratama Polres Merauke Raih Tiga Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:15 WIB

Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:14 WIB

Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire

Berita Terbaru