Perhatian Pemerintah untuk Papua, Billy Mambrasar Tinjau Hunian Mahasiswa Terdampak Bencana di Aceh

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua (KEP3), Billy Mambrasar, meninjau langsung hunian mahasiswa Papua di Aceh pasca bencana. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, sekaligus memastikan penanganan pasca bencana berjalan dengan baik.

Dalam peninjauan itu, Billy menemukan kondisi kontrakan mahasiswa Papua yang dinilai sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan hunian. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa Papua, terlebih dalam situasi darurat akibat bencana.

Selain meninjau lokasi, Billy juga mengawal langsung penyaluran bantuan hasil donasi dari Yayasan Kitong Bisa bersama Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa, Andi Muhammad Risquillah Rodhi Putra. Bantuan tersebut disalurkan kepada mahasiswa Papua yang terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Billy juga menyerap aspirasi mahasiswa secara langsung. Salah satunya disampaikan oleh Sonny Orocomna, mahasiswa asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di Lhokseumawe. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini bantuan yang diterima mahasiswa baru berasal dari Provinsi Papua Barat.

Baca Juga :  Subsatgas Keladi Sagu Operasi Rasaka Cartenz Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Kampung Toladan

“Kami sangat berharap ada perhatian dari provinsi-provinsi lain di Papua. Saat ini baru Papua Barat yang mengirimkan bantuan,” ujar Sonny.

Aspirasi serupa disampaikan Boaz Tambuni, mahasiswa asal Papua lainnya. Ia berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, khususnya dalam bentuk beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Papua yang menempuh studi di luar wilayah Papua.

“Selain bantuan darurat, kami juga berharap ada dukungan pendidikan seperti beasiswa agar kami bisa tetap melanjutkan kuliah dengan tenang,” kata Boaz.

Menanggapi hal tersebut, Billy menegaskan bahwa seluruh pemerintah provinsi di wilayah Papua harus hadir dan memberikan perhatian serius kepada mahasiswa Papua di luar daerah, terutama di Aceh yang masih dalam masa pemulihan pasca bencana. Menurutnya, langkah ini merupakan tanggung jawab negara dan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda Papua.

“Pemerintah provinsi harus membantu adik-adik mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua, bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga kondisi tempat tinggal mereka,” tegas Billy.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79, Bhabinkamtibmas Polres Jayapura Gelar Pertandingan Sepak Bola Mini

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk menjalankan amanat Dana Otonomi Khusus (Otsus), yang mewajibkan alokasi 30 persen anggaran untuk sektor pendidikan.

“Dana Otsus sudah jelas mengamanatkan 30 persen untuk pendidikan. Ini harus dimaksimalkan, termasuk untuk membantu mahasiswa Papua yang kuliah di luar daerah, apalagi dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya.

Billy turut menyoroti kondisi hunian mahasiswa Papua di Banda Aceh yang dinilainya masih belum layak dan membutuhkan penanganan segera agar mahasiswa dapat tinggal dengan aman dan manusiawi.

Sementara itu, Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa, Andi Muhammad Risquillah Rodhi Putra, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana publik.

“Kami menyalurkan bantuan dari hasil crowdfunding Kitong Bisa dengan harapan dapat membantu adik-adik mahasiswa Papua di Aceh dalam proses pemulihan pasca bencana,” ungkapnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan di wilayah Papua untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas provinsi, guna memastikan keberlanjutan pendidikan serta kesejahteraan mahasiswa Papua sebagai bagian dari perhatian dan tanggung jawab pemerintah terhadap Papua.(rd)

Berita Terkait

Eks Panglima TPN OPM Serukan Perdamaian di Kabupaten Keerom
Pengamanan Ketat Posko Induk, Polisi Cek Langsung Stok Pangan dan Sembako Korban Kebakaran
Bhabinkamtibmas Kelurahan Mararena Gencar Sambang Warga, Perkuat Kamtibmas Kondusif
Januaris Iba Ajak Pejabat di Papua Jalankan Amanah Berlandaskan Nilai Agama
Tokoh Gereja di Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Luruskan Pernyataan Terkait Yahukimo
Kapolsek Kelila Pimpin Patroli Jalan Kaki, Perkuat Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat
Serap Aspirasi Warga, KBO Binmas Polres Sarmi Sambangi Petani Nanas Mararena
Aksi Nyata Melisa Tabo Hadirkan Harapan bagi Warga Terdampak Kebakaran
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:17 WIB

Eks Panglima TPN OPM Serukan Perdamaian di Kabupaten Keerom

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:57 WIB

Pengamanan Ketat Posko Induk, Polisi Cek Langsung Stok Pangan dan Sembako Korban Kebakaran

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:56 WIB

Bhabinkamtibmas Kelurahan Mararena Gencar Sambang Warga, Perkuat Kamtibmas Kondusif

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:55 WIB

Januaris Iba Ajak Pejabat di Papua Jalankan Amanah Berlandaskan Nilai Agama

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:54 WIB

Tokoh Gereja di Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Luruskan Pernyataan Terkait Yahukimo

Berita Terbaru