Fakhiri: Papua Bukan Ujung Negeri, tapi Gerbang Pasifik

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua — Gubernur Papua Mathius Fakhiri mendorong penguatan pengelolaan kawasan perbatasan melalui pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan peningkatan konektivitas wilayah. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Panja Perbatasan Wilayah Negara bersama Komisi II DPR RI, Rabu (21/1/2026).

Dalam forum tersebut, Mathius menegaskan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan harus menjadi bagian integral dari strategi pembangunan nasional. Menurutnya, wilayah perbatasan bukan sekadar garis terluar negara, melainkan beranda depan yang menentukan kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengelolaan kawasan perbatasan merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari kepentingan pembangunan suatu negara,” ujar Mathius.

Ia menjelaskan, Papua memiliki karakteristik perbatasan yang unik karena mencakup perbatasan darat dan laut. Perbatasan darat Indonesia–Papua New Guinea (PNG) berada di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom. Sementara perbatasan laut meliputi wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Supiori yang berbatasan langsung dengan Republik Palau.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Papua mengusulkan pembangunan dua Pos Lintas Batas Negara, yakni di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, dan di Kota Jayapura. Pembangunan PLBN dinilai penting untuk memperkuat pengawasan wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan.

Selain itu, Mathius menyoroti pentingnya pembukaan akses menuju kampung-kampung perbatasan yang selama ini masih terisolasi. Pengembangan konektivitas diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Baca Juga :  Gubernur Papua Ajak Masyarakat Jaga Tatanan Adat dan Budaya Pasca Insiden Pemusnahan Mahkota Cenderawasih

Menurutnya, keterhubungan antarwilayah juga akan memperkuat interaksi sosial masyarakat lintas batas serta mendukung stabilitas kawasan perbatasan.

Di luar pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Papua juga mendorong kerja sama sister province dan sister city dengan wilayah di PNG dan kawasan Pasifik. Kerja sama tersebut mencakup bidang olahraga, kepemudaan, kebudayaan, dan pendidikan, termasuk dengan mengundang delegasi PNG dalam berbagai festival budaya di Papua.

Mathius menegaskan posisi strategis Papua dalam konstelasi regional Pasifik.
“Papua adalah pintu gerbang Pasifik,” tegasnya.(rd)

Berita Terkait

Di Hadapan Mahasiswa, Wapres Gibran Paparkan Fokus Pembangunan Papua
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Pentingnya Penguatan Komitmen Polda Jaga Keamanan Daerah
Tinjau Pengungsian Banjir di Rawa Buaya, Gubernur Pramono Serahkan Bantuan dan Tambah Pompa Air
Bahlil Tegaskan Penambahan Kuota BBM Subsidi Demi Kebutuhan Papua
Gubernur Papua Temui Menteri HAM, Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat–Daerah
Gubernur Papua: Pembangunan 14 Ribu Rumah Rakyat Dilaksanakan Bertahap
Pemerintah Berkomitmen Tuntaskan Pembangunan Papua, Wapres Gibran Angkat Bicara
Pemprov Papua Tengah Dorong Pendidikan dan Kesehatan untuk Pembangunan Daerah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 20:50 WIB

Di Hadapan Mahasiswa, Wapres Gibran Paparkan Fokus Pembangunan Papua

Senin, 26 Januari 2026 - 20:49 WIB

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Pentingnya Penguatan Komitmen Polda Jaga Keamanan Daerah

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:48 WIB

Tinjau Pengungsian Banjir di Rawa Buaya, Gubernur Pramono Serahkan Bantuan dan Tambah Pompa Air

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:29 WIB

Bahlil Tegaskan Penambahan Kuota BBM Subsidi Demi Kebutuhan Papua

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:39 WIB

Fakhiri: Papua Bukan Ujung Negeri, tapi Gerbang Pasifik

Berita Terbaru