Papua – Polres Boven Digoel memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat Distrik Manggelum yang mengungsi akibat situasi keamanan di wilayah tersebut terkait adanya gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok KKB di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (06/06).
Sebanyak 104 pengungsi yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak meninggalkan Distrik Manggelum menuju ibu kota Kabupaten Boven Digoel, Tanah Merah, untuk mencari tempat yang lebih aman. Mayoritas pengungsi merupakan perempuan dan anak-anak yang memilih mengungsi demi menghindari potensi gangguan keamanan serta menjaga keselamatan keluarga mereka.
Sebelum tiba di Tanah Merah, para pengungsi terlebih dahulu tiba di Distrik Kouh dan diterima oleh Kapolsek Kouh beserta personelnya. Di lokasi tersebut, para pengungsi mendapatkan bantuan serta pengamanan selama proses perjalanan menuju tempat tujuan.
Selanjutnya, para pengungsi diberangkatkan menuju Tanah Merah menggunakan lima unit longboat dan speedboat. Setibanya di Tanah Merah, mereka disambut oleh personel Polsek Mandobo dan Polres Boven Digoel, kemudian diangkut menggunakan kendaraan operasional, termasuk mobil truk, kendaraan patroli, kendaraan Samapta, dan ambulans menuju lokasi penampungan sementara di Joglo dan Pendopo Polres Boven Digoel.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Polres Boven Digoel melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh pengungsi guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Selain itu, para pengungsi juga menerima bantuan makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di lokasi penampungan.
Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan logistik, personel Polres Boven Digoel juga melaksanakan kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat situasi keamanan yang terjadi di kampung halaman mereka.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan dukungan moral, membantu pemulihan kondisi psikologis, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengungsi selama berada di tempat penampungan sementara.
Petugas juga melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap para pengungsi untuk mengetahui identitas, jumlah, kondisi kesehatan, serta berbagai kebutuhan yang diperlukan selama masa penampungan. Data tersebut menjadi dasar dalam penyaluran bantuan dan pelayanan lanjutan agar kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi secara optimal.
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., M.M., CBA menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak situasi keamanan.
“Polri berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak situasi keamanan. Kami memastikan para pengungsi mendapatkan tempat yang aman, pelayanan kesehatan, bantuan logistik, serta pendampingan psikologis selama berada di Tanah Merah,” ujar Kapolres Boven Digoel.
Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa Polres Boven Digoel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
Melalui sinergi seluruh pihak, diharapkan situasi keamanan di Distrik Manggelum dapat segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat kembali ke kampung halaman dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.(red)































